Jurnal Litigasi 2017

PENGANTAR REDAKSI

Kepercayaan terhadap lembaga peradilan kembali mendapat sorotan yang sangat tajam dari masyarakat. Hal ini tidak terlepas dengan mencuatnya beberapa kasus korupsi yang dilakukan pejabat peradilan korupsi di bidang peradilan sudah sangat memprihatinkan karena sudah melibatkan pejabat mulai dari yang paling rendah sampai di tingkat yang paling tinggi.

Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi yang dahulu bernama Akademi Litigasi R.I (ALTRI) sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan calon-calon litigator merasa ikut bertanggung jawab atas persoalan yang timbul sekarang ini. Karena banyak sekali alumni yang saat ini bekerja di lembaga peradilan. Secara umum kualitas alumni ALTRI yang sudah bekerja dan menjadi pejabat di lingkungan peradilan dipandang cukup baik walaupun ada beberapa yang terlibat dalam kasus korupsi.

Alumni yang baik hanya dapat dihasilkan apabila mendapat dasar yang kuat ketika mendapat bimbingan sejak masih dibangku kuliah dari dosen dan staf pengajar yang berkualitas baik secara akademik.

Salah satu sarana untuk mewujudknan peningkatan kualitas dosen adalah dengan menyediakan sarana untuk menerbitkan tulisan, pendapat dan ide yang didapat dari hasil penelitian para dosen yang bersangkutan. Untuk itulah Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi menerbitkan sebuah majalah ilmiah yang diberi nama “Jurnal Ilmu Hukum Litigasi”

Dalam Volume 3, Nomor 1 Periode Agustus 2017 ini disajikan beberapa topic tulisan diantarannya mengenai: Peranan Peneliti Hukum Dalam Pembentukan Undang-Undang; Hak Penguasaan Atas Tanah; Penerapan Diversi Terhadap Tindak Pidana Kelalaian Yang Dilakukan Anak Berdasarkan Restoratif Justice Dalam Upaya Mencegah Anak Menjalani Proses Peradilan; AMDAL Dan Penegakan Hukum Lingkungan Di Indonesia; Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Konsumen Hotel Salak The Heritage Bogor; Implementasi Peradilan Anak Dan Penegakan Hukum Pidana Anak Di Indonesia; Kebijakan Kriminal Dalam Menanggulangi Kejahatan Sex Terhadap Anak  (Pedhopolia); Waralaba Dan Pengembangan Usaha Di Indonesia; Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang Dan Jasa Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal; Kejahatan Cybercrime Di Tinjau Dari Aspek Hukum Pidana.

Sebagai jurnal ilmiah yang baru terbit sudah barang tentu Jurnal Ilmu Hukum Litigasi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi tidak luput dari kekurangan. Untuk itu kritik dan saran akan kami sambut dengan rasa senang hati. Kami mengucapkan terima kasih kepada para penulis maupun para mitra bestari dari semua pihak yang sudah turut berpartisipasi dalam penerbitan Jurnal Ilmu Hukum litigasi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi edisi pertama. Partisipasi Bapak dan Ibu serta Saudara sekalian akan tercatat dalam sejarah perjalan jurnal ini ke depan.

Jakarta,  21  Agustus 2017
Redaksi