Jakarta, 22 Juli 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi Jakarta menyelenggarakan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Sarjana Ilmu Hukum Kelas Kerja Sama Tahun Akademik 2026/2027 bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Priok ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara STIH Litigasi Jakarta dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui pendidikan tinggi di bidang hukum.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Yayasan Pengayoman Warga Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor SDM-HK.01.05-24 Tahun 2025 dan Nomor 14/YP/IX/2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Hukum dalam Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kerja sama tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan organisasi.
Tim STIH Litigasi Jakarta dipimpin oleh Ketua STIH Litigasi Jakarta, Drs. Mashudi, Bc.IP., M.AP., didampingi Wakil Ketua II Bidang Keuangan, Drs. Tholib, Bc.IP., S.H., M.H., Ketua Program Studi Administrasi Peradilan, Dr. Lismanida, S.H., M.H., M.Kn., Dosen STIH Litigasi Jakarta, Dr. Taswem Tarib, Bc.IM., S.H., M.H., serta Pengelola Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Dita Yolanda Sari, S.H.
Kehadiran rombongan STIH Litigasi Jakarta disambut oleh Analis SDM Aparatur Ahli Madya Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, Eka Meta Mariana, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas aparatur sehingga mampu menjawab dinamika tugas keimigrasian yang terus berkembang.
Selanjutnya, Ketua STIH Litigasi Jakarta, Drs. Mashudi, Bc.IP., M.AP., menyampaikan komitmen STIH Litigasi Jakarta dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi hukum, integritas, dan profesionalisme. Beliau menjelaskan bahwa Program Sarjana Ilmu Hukum Kelas Kerja Sama dirancang agar ASN tetap dapat menjalankan tugas kedinasan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran melalui sistem perkuliahan yang fleksibel, tenaga pengajar yang berpengalaman, serta kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan hukum.
Turut memberikan sambutan, Ketua Program Studi Administrasi Peradilan STIH Litigasi Jakarta, Dr. Lismanida, S.H., M.H., M.Kn., memberikan semangat dan motivasi kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan tinggi. Beliau menegaskan bahwa peningkatan kompetensi akademik merupakan investasi penting bagi setiap aparatur negara dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Lismanida memperkenalkan berbagai program akademik yang dimiliki STIH Litigasi Jakarta, termasuk Program Kelas Hakim Pajak yang menjadi salah satu program unggulan dalam pengembangan kompetensi di bidang hukum. Beliau juga menjelaskan bahwa dalam pembinaan karier Aparatur Sipil Negara, peningkatan jenjang pendidikan sangat penting karena menjadi salah satu pendukung proses penyesuaian ijazah yang berimplikasi pada pengembangan karier dan kepangkatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bergabung dan melanjutkan pendidikan di STIH Litigasi Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Taswem Tarib, Bc.IM., S.H., M.H., mantan Pejabat Tinggi dan sesepuh Imigrasi yang saat ini mengabdikan diri sebagai Dosen STIH Litigasi Jakarta pengampu Mata Kuliah Hukum Keimigrasian, turut memberikan motivasi kepada para peserta. Beliau menegaskan bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu investasi terbaik bagi Aparatur Sipil Negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas wawasan, serta menunjang pengembangan kompetensi, kepangkatan, dan jenjang karier di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Menurut Dr. Taswem Tarib, STIH Litigasi Jakarta merupakan perguruan tinggi yang tepat bagi ASN Imigrasi karena kurikulumnya dirancang untuk memperkuat pemahaman hukum yang menjadi dasar pelaksanaan seluruh fungsi keimigrasian. Mata kuliah yang diajarkan, khususnya Hukum Keimigrasian, memberikan bekal akademik yang mampu mendukung pelaksanaan tugas pelayanan keimigrasian, pengawasan orang asing, penegakan hukum keimigrasian, intelijen keimigrasian, hingga fungsi administratif dan manajerial pada setiap jenjang jabatan.
Berbekal pengalaman panjang sebagai pejabat di lingkungan Imigrasi, beliau mengajak para CPNS untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan melalui Program Sarjana Ilmu Hukum Kelas Kerja Sama sebagai langkah awal dalam membangun karier yang profesional dan berintegritas. Sebagai sesepuh dan purnabakti Imigrasi, beliau merekomendasikan STIH Litigasi Jakarta sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena didukung oleh dosen yang kompeten, kurikulum yang aplikatif, serta sistem pembelajaran yang fleksibel sehingga tetap mendukung pelaksanaan tugas kedinasan.
Selanjutnya, Drs. Tholib, Bc.IP., S.H., M.H. memaparkan secara rinci mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru, sistem administrasi akademik, skema pembiayaan pendidikan, fasilitas akademik, metode pembelajaran, serta berbagai layanan yang akan diperoleh mahasiswa Program Sarjana Ilmu Hukum Kelas Kerja Sama. Pemaparan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai persyaratan pendaftaran, mekanisme seleksi, pelaksanaan perkuliahan, hingga prospek pengembangan karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, STIH Litigasi Jakarta berharap implementasi kerja sama dengan BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Yayasan Pengayoman Warga Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat terus berjalan secara optimal. Program Sarjana Ilmu Hukum Kelas Kerja Sama diharapkan menjadi salah satu sarana strategis dalam mencetak aparatur Direktorat Jenderal Imigrasi yang profesional, berintegritas, memiliki wawasan hukum yang kuat, serta mampu memberikan pelayanan publik yang prima.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, tim STIH Litigasi Jakarta, dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing.