Jakarta, 14 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan institusi pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran STIH Litigasi dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Launching SMART PAS (Sistem Manajemen Aparatur Resilien dan Terampil Pemasyarakatan), pengembangan LATUCIP-GO melalui SIMPATI, serta Sharing Knowledge yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di Aula Gedung 2 Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara institusi pemasyarakatan dan perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta pembinaan dan pemberdayaan Warga Binaan.
Acara dibuka oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, A.Md.IP., S.H., M.H. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan pembacaan doa.
STIH Litigasi Tandatangani Perjanjian Kerja Sama
Salah satu agenda utama kegiatan adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dan President University.
STIH Litigasi hadir melalui Ketua STIH Litigasi, Drs. Mashudi, Bc.IP., M.AP. ; Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Muh. Hajoran Pongtuluran, S.H., M.H. ; serta Pengelola Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Dita Yolanda, S.H.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan institusi pemasyarakatan. Ruang lingkup kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta pembinaan dan pemberdayaan Warga Binaan.
Melalui kerja sama ini, STIH Litigasi diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam penerapan dan pengembangan ilmu hukum sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pemasyarakatan.
Launching SMART PAS
Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga dirangkaikan dengan Launching SMART PAS (Sistem Manajemen Aparatur Resilien dan Terampil Pemasyarakatan).
Peluncuran SMART PAS menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas aparatur pemasyarakatan melalui sistem manajemen yang mendukung terbentuknya aparatur yang resilien dan terampil dalam menghadapi berbagai tantangan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Penguatan kapasitas aparatur menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pelayanan.
SIMPATI, Inovasi Transparansi Layanan Hak Integrasi
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan pengembangan inovasi digital melalui SIMPATI, yang merupakan pengembangan fitur pada aplikasi LATUCIP-GO.
SIMPATI memungkinkan Warga Binaan maupun keluarganya memantau perkembangan usulan hak integrasi secara real time. Sistem tersebut memberikan informasi mengenai tahapan proses pengusulan, mulai dari verifikasi administrasi, Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan, penelitian kemasyarakatan oleh Balai Pemasyarakatan, proses pengusulan, hingga terbitnya Surat Keputusan Integrasi.
Kehadiran SIMPATI menjadi langkah penting dalam meningkatkan transparansi dan kemudahan akses informasi bagi Warga Binaan dan keluarga. Dengan adanya fitur tersebut, perkembangan proses usulan hak integrasi dapat dipantau secara lebih terbuka tanpa harus bergantung pada informasi secara manual.
Inovasi ini juga mencerminkan upaya Lapas Kelas I Cipinang dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelayanan pemasyarakatan yang lebih transparan, informatif, dan mudah diakses.
Sharing Knowledge tentang Integritas
Setelah rangkaian agenda tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan Sharing Knowledge dengan tema “Membangun Budaya Integritas: Sinergi Mencegah Fraud dalam Pembinaan serta Pembimbingan Kemasyarakatan”.
Sesi tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pentingnya membangun budaya integritas serta memperkuat sinergi dalam mencegah fraud dalam pelaksanaan pembinaan dan pembimbingan kemasyarakatan.
Tema tersebut juga memiliki relevansi dengan pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks.
STIH Litigasi Dukung Transformasi Pemasyarakatan
Bagi STIH Litigasi, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk terus memperluas jejaring kerja sama dengan institusi pemerintah dan berbagai lembaga terkait.
Kerja sama dengan Lapas Kelas I Cipinang menjadi ruang strategis untuk mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di sisi lain, kolaborasi tersebut juga membuka peluang pengembangan berbagai kegiatan akademik dan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan pemasyarakatan.
Kehadiran SMART PAS dan SIMPATI melalui pengembangan LATUCIP-GO menunjukkan bahwa transformasi pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada penguatan aparatur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan dan transparansi bagi Warga Binaan serta keluarganya.
Melalui sinergi antara Lapas Kelas I Cipinang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, STIH Litigasi, dan President University, diharapkan dapat terwujud berbagai program kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan integritas, pengembangan kompetensi aparatur, transparansi pelayanan, serta pembinaan dan pemberdayaan Warga Binaan.
STIH Litigasi berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam membangun kolaborasi dengan institusi pemasyarakatan dan berbagai lembaga lainnya sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan hukum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat.
Penandatanganan PKS, Launching SMART PAS, pengembangan SIMPATI pada aplikasi LATUCIP-GO, dan Sharing Knowledge menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan pemasyarakatan menuju pelayanan yang semakin transparan serta sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, resilien, dan terampil.